Mempertanyakan Pelayanan dan Jam Kerja Puskesmas

Berawal dari adikku yang sakit gigi, hari Sabtu (25 Agustus) ia pergi ke puskesmas terdekat yang berada di Kecamatan Ngadirjo Kabupaten Temanggung. Setelah diperiksa oleh salah seorang petugas, adikku diberi obat untuk meredakan ngilu giginya  dan meminta untuk datang kembali hari Selasa (28 Agustus) agar gigi yang bermasalah bisa dicabut sesuai permintaan adikku.
Adikku-Lia- datang ke puskemas beberapa menit sebelum jam 11 siang, karena kesibukkan sebagai ibu rumah tangga dan juga harus menidurkan si kecil terlebih dahulu. Sampai di loket, mendaftar dan memberikan sejumlah uang sebagai pembayaran administrasi. Lalu Lia dipersilahkan ke ruang tunggu poli gigi. Setelah menunggu agak lama sang dokter tidak jua datang akhirnya Lia bertanya kembali ke loket, dan ada petugas di sana yang mencari keberadaan dokter gigi yang berpraktek hari itu. Tak berapa lama datang seorang perempuan masuk ke poli gigi, lalu Lia membuntuti perempuan itu, dan bertanya apakah dokter giginya sudah ada. Tapi perempuan itu tidak menjawab malah bertanya “sakit apa”. Liapun menjawab kalau dia berniat mencabut gigi yang sudah keropos. Ternyata perempuan itu yang kemudian diketahui sebagai dokter gigi dan bernama Pricilia Pratiwi dengan ketus malah menyalahkan dengan nada marah pada  Lia karena datang sudah siang dan alat-alat tak bisa di gunakan lagi karena sudah di sterilkan.
Lalu Liapun berlalu dari poli gigi itu dan berniat menanyakan kejadian yang baru dia alami. Pikir Lia kalau poli itu sudah tutup mengapa saat mendaftar dia tidak diberitahu. Ternyata petugas di poli malah menyarankan untuk mengadukan dokter gigi yang ternyata banyak petugas di puskemas tersebut kurang respek karena arogansinya. Catatan: dokter itu baru bertugas sekitar dua bulan di Puskesmas Ngadirjo tersebut.
Melihat kejadian yang dialami adikku Lia, lalu aku teringat sewaktu kakiku tertancap ujung cangkul. Saat itu sekitar pukul 10:30 wib (hari jum’at). Dengan darah yang mengucur deras aku mengendarai motor ke puskemas terdekat (di KotaTemanggung). sampai puskemas ternyata aku harus kecewa, karena meski pintu puskesmas belum ditutup, tak ada seorangpun disana. Aku sempat masuk ke ruang dalam dan dengan setengah berteriak memberi salam. Namun rupanya sia-sia saja karena tidak kutemi balasan salamku. Segera saja aku ke dokter praktek terdekat agar darah yang mengucur dari telapak kaki segera berhenti.
Puskemas yang kutahu singkatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat. Di situ banyak masyarakat (meski yang bergolongan ekonomi bawah) menaruh harapan agar bisa mendapatkan pelayanan yang baik sesuai dengan keadaan mereka, sakit dan bukan orang berduit. Namun pada kenyataannya yang sering terjadi adalah sebaliknya. pelayanan yang kurang baik dan menunggu dokter yang berpraktek adalah hal biasa. Sudah sering sebenarnya masyarakat mengemukakan kekurangan nyamanan mereka terhadap kinerja petugas Puskesmas, entah itu perawat,dokter ataupun petugas penyertanya. Namun kenyataannya pelayanan petugas Puskesmas tidak banyak berubah, meski sekarang pemerintah sudah menyediakan alat-alat canggih disana. Kini meski dengan mengeluhkan biaya yang lumayan mahal, masyarakat lebih memilih pergi ke dokter praktek atau klinik dari pada ke Puskesmas.
Dan untuk jam kerja Puskesmas, mengapa yang terjadi Puskemas sudah menutup pendaftaran jam 11 siang, bahkan setelah jam 12 siang biasanya sudah kosong dan petugas sudah pulang. Sebenarnya jam kerja mereka itu sampai jam berapa ?. Apakah bila masyarakat sakit dan hanya mampu berobat ke Puskesmas harus menunggu jam-jam kerja tersebut?. Apakah tidak sebaiknya pemerintah memberikan waktu lebih untuk “jam kerja” sebuah Puskemas?. Karena masyarakat kecil sangat bergantung dengan Puskesmas. Dan tentu saja dengan pelayanan yang semestinya.
Ada baiknya pemerintah khususnya yang menangani masalah kesehatan dan kesejahteraan rakyat mulai memikirkan tentang Puskesmas ini dengan lebih serius. Agar masyarakat bisa terbantu untuk masalah kesehatan ini.

<puskesmastemanggung> <temanggung> <puskesmas>

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Festival BudayaTemanggung

Grebeg Suro Malawapai