Grebeg Suro Malawapai
Semula
tak banyak yang tahu bahwa di Desa Sroyo,Kelurahan Bojonegoro,Kecamatan
Kedu Temanggung. setiap satu tahun sekali ada upacara Sesaji Petilasan.
Upacara adat yang jatuh pada tanggal 12 suro (menurut penanggalan Jawa)
ini awalnya hanyalah sekedar upacara nyekar atau nyadran tahunan
penduduk setempat di salah satu makam yang di yakini sebagai makam raja
Angling Dharma. Sedangkan Angling Dharma sendiri adalah Seorang Raja besar yang pernah memimpin kerajaan Malawapati.
Sebelumnya
upacara Sesaji Petilasan ini dilakukan oleh penduduk dengan cara
sederhana saja,yaitu dengan cara membersihkan makam lalu berdoa bersama.
Namun sejak tahun 2007 acara Sesaji Petilasan ini di warnai dengan
acara kirab hasil bumi penduduk setempat.
Tanggal
12 Suro (26 November 2012-almanak Masehi) tahun ini, kirab dengan nama
Grebeg Suro Malwapati pun di gelar, dan acara di pusatkan di depan Makam
Paseban Agung Malawapati. Gunungan hasil bumi milik penduduk di kirab
dari halaman balai desa berkeliling desa dan berakhir di depan makam.
Turut juga di kirab yaitu peralatan gamelan yaitu gong pusaka yang sudah
berusia lanjut.
Acar Grebeg di mulai pada jam 11:00 WIB dengan doa
bersama di mushola yang bersebelahan dengan Makam Paseban Agung
Malawapati tempat Raja Angling Dharma di makamkan.
Mujahaddah/doa bersama
Sajian utama Sesaji Petilasan, tumpeng nasi
plus ingkung (ayam yang dimasak dan sisajikan secara utuh) yang juga di
sertakan dalam kirab.
Gunungan yang siap di kirab
Tumpeng nasi yang gurih (nasi berbumbu)
Ragam hasil bumi
Setibanya
di depan makam, gunungan di kumpulkan lalu salah seorang sesepuh
memulai ritual doa. Setelah itu gunungan hasil bumi itu di bagikan pada
warga yang ingin ngalap berkah, atau meminta berkah dari Allah dengan
saling berebut tumpengan.
Warga saling berebut tumpeng kirab.
Usai acara Ngalap Berkah, Grebeg di lanjutkan
dengan penyatunan untu anak yatim piatu yang berada di desa tersebut.
Sekitar dua puluhan anak yatim piatu mendapatkan santunan dari kepala
desa dan panitia Grebeg.
Rangkaian
acara Grebeg Suro Malawapati akhirnya di tutup dengan pagelaran wayang
kulit yang kali ini mengambil cerita Semar Mbangun Kahyangan oleh dalang
Legowo dari grup Wayang Kulit Kedu. Pagelaran ini berlangsung semalam
suntuk.
<temanggung> <grebegmalawapati> <budayatemanggung> <selsa> <budayakedu>
Komentar
Posting Komentar