Mengenang Tragedi Kali Progo dan Pahlawan Bambang Sugeng
Memasuki bulan Agustus, sudah terasa gegap gempita dari sebagian
rakyat tuk menyambut dirgahayu kemerdekaan bangsa ini. Di sepanjang
jalan telah terlihat aneka ukuran bendera Merah Putih, baik yang
dijajakan penjual bendera maupun yang telah sengaja dipasang oleh
masyarakat.
Sebagai warga akupun turut menyambut pesta rakyat Indonesia ini, dengan caraku sendiri tentunya. Aku sengaja berziarah ke salah satu makam pahlawan yang berada di kota Temanggung. Makam dari pahlawan Mayjend TNI Bambang Sugeng ini terletak di dalam komplek Monumen Pembunuhan Massal Pejuang RI. Monumen itu di bangun oleh pemerintah daerah kabupaten Temanggung sebagai peringatan kepada rakyat, baik sipil atau non sipil yang di bantai oleh penjajah Belanda pada saat Agresi Militer II pada tahun 1949. Sekitar 1200an rakyat di bunuh secara massal dengan cara diikat tangannya, ditutup matanya, dan disuruh berjejer menghadap ke sungai Progo, lantas di tembak oleh tentara Belanda (yang menurut juru kunci Monumen Bapak Suyadi, sebagian dari mereka adalah orang Indonesia sendiri tapi dari luar pulau, dan kebanyakan dari Maluku)
Di jembatan Kali Progo inilah ribuan rakyat di bantai dengan keji oleh
Belanda dan disamping jembatan ini, di bangunlah Monumen Pembunuhan
Massal Pejuang RI Kali Progo, untuk mengenang penderitaan ribuan rakyat
dari kekejian penjajah.
Itu sekilas tentang Monumen yang kisah dibaliknya ialah tentang pembunuhan yang sangat keji itu.
Adapun tentang pahlawan Mayjen TNI Bambang Sugeng, beliau bersama bapak Sumono seorang TNI juga adalah orang yang mengibarkan bendera Merah Putih di saat detik detik Proklamasi tanggal 17 Agustus 1045 di alun alun Temanggung, yang saat ini merupakan pusat pemerintahan wilayah Temanggung.
Mayjen Bambang sugeng, lahir di Tegal Rejo Magelang, 31 Oktober 191, dan wafat 22 Juni 1977 di Jakarta, dan di makamkan di Temanggung, dengan menyandang gelar Mayjen Purnawirawan TNI Angkatan Darat
Adapun karier kemiliteran beliau di mulai saat beliau menjadi Tentara Pembela Tanah Air (PETA) pada tahun 1942, lalu begabung dengan Daidang II yang bermarkas di Magelang.
Pada tahun 1945 beliau pulang ke Temanggung, dan membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), setelah itu berpindah pindah tempat ke Wonosobo, Purwokerto dan berbagai daerah lain.
Mayjen Bambang Sugeng pernah menjabat sebagai Kasad dan duta besar Vatikan. Pada saat beliau menjabat ini, bapakPresidan Soekarno mendapatkan Bintang Vatikan, pengaunugerahan tertinggi dari Sri Paus.
Pernah juga menjabat sebagai duta besar di Jepang dan Brazillia antara tahun 1963 - 1965.
Banyak sudah bintang saja di berikan pemerintah RI untuk perjuangan dan dedikasi beliau pada negara, diantaranya
Bintang Dharma
Bintang Kartika Eka Paksi Kelas I
Bintang Gerilya
Bintang Sewindu
Satya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II
Satya Lencana GOM I dan IV
Satya Kesetiaan XVI, dan
Satya Penegak
Di tempat aku duduk itulah semula Mayjen Bambang Sugeng di makamkan, sebelum di pindahkan.
Di tempat inilah Mayjen bambang Sugeng kini beristirahat dalam damai,
atau mungkin beliau sekarang sedang menyaksikan dengan miris keadaan
negeri yang kini sedang menuju kehancuran oleh ulah beberapa anak
bangsa. Padahal negeri tercinta ini dulu pernah di perjuangkan dengan
mempertaruhkan nyawa dan dengan segenap hati dan kemampuan beliau.
Wallahu’Alam.
Dan yang kulakukan juga hanya bisa berdoa untuk kedamaian Mayjen Bambang Sugeng dan terlebih untuk korban kebrutalan perang yang jumlahnya ribuan ini.
Telah gugur pahlawanku, tunai sudah janji suci….., lagu itu mengalun lirih dari bibirku…
<temanggung> <tragedikaliprogo> <selsa> <bambangsugeng>
Sebagai warga akupun turut menyambut pesta rakyat Indonesia ini, dengan caraku sendiri tentunya. Aku sengaja berziarah ke salah satu makam pahlawan yang berada di kota Temanggung. Makam dari pahlawan Mayjend TNI Bambang Sugeng ini terletak di dalam komplek Monumen Pembunuhan Massal Pejuang RI. Monumen itu di bangun oleh pemerintah daerah kabupaten Temanggung sebagai peringatan kepada rakyat, baik sipil atau non sipil yang di bantai oleh penjajah Belanda pada saat Agresi Militer II pada tahun 1949. Sekitar 1200an rakyat di bunuh secara massal dengan cara diikat tangannya, ditutup matanya, dan disuruh berjejer menghadap ke sungai Progo, lantas di tembak oleh tentara Belanda (yang menurut juru kunci Monumen Bapak Suyadi, sebagian dari mereka adalah orang Indonesia sendiri tapi dari luar pulau, dan kebanyakan dari Maluku)
dok. pribadi
dok.pribadi
dok.pribadi
dok.pribadi
dok.pribadi
dok. pribadi
dok.pribadi
Adapun tentang pahlawan Mayjen TNI Bambang Sugeng, beliau bersama bapak Sumono seorang TNI juga adalah orang yang mengibarkan bendera Merah Putih di saat detik detik Proklamasi tanggal 17 Agustus 1045 di alun alun Temanggung, yang saat ini merupakan pusat pemerintahan wilayah Temanggung.
Mayjen Bambang sugeng, lahir di Tegal Rejo Magelang, 31 Oktober 191, dan wafat 22 Juni 1977 di Jakarta, dan di makamkan di Temanggung, dengan menyandang gelar Mayjen Purnawirawan TNI Angkatan Darat
Adapun karier kemiliteran beliau di mulai saat beliau menjadi Tentara Pembela Tanah Air (PETA) pada tahun 1942, lalu begabung dengan Daidang II yang bermarkas di Magelang.
Pada tahun 1945 beliau pulang ke Temanggung, dan membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), setelah itu berpindah pindah tempat ke Wonosobo, Purwokerto dan berbagai daerah lain.
Mayjen Bambang Sugeng pernah menjabat sebagai Kasad dan duta besar Vatikan. Pada saat beliau menjabat ini, bapakPresidan Soekarno mendapatkan Bintang Vatikan, pengaunugerahan tertinggi dari Sri Paus.
Pernah juga menjabat sebagai duta besar di Jepang dan Brazillia antara tahun 1963 - 1965.
Banyak sudah bintang saja di berikan pemerintah RI untuk perjuangan dan dedikasi beliau pada negara, diantaranya
Bintang Dharma
Bintang Kartika Eka Paksi Kelas I
Bintang Gerilya
Bintang Sewindu
Satya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II
Satya Lencana GOM I dan IV
Satya Kesetiaan XVI, dan
Satya Penegak
dok.pribadi
dok.pribadi
dok.pribadi
Dan yang kulakukan juga hanya bisa berdoa untuk kedamaian Mayjen Bambang Sugeng dan terlebih untuk korban kebrutalan perang yang jumlahnya ribuan ini.
Telah gugur pahlawanku, tunai sudah janji suci….., lagu itu mengalun lirih dari bibirku…
*****
<temanggung> <tragedikaliprogo> <selsa> <bambangsugeng>
Komentar
Posting Komentar