Jembatan Progo, Nilai Sejarah yang Membisu
Sungguh amat disayangkan bahwa sesutau yang bernilai sejarah
bangsa, kini menjadi terbengkalai, rusak begitu saja. Adalah jembatan
Progo yang dulu berdiri kokoh menghubungkan kota Magelang dan Temanggung
(berada di desa Kranggan) itu kini semakin kropos dan terkesan
dibiarkan begitu saja. Padahal nilai sejarah dari jembatan itu sangatlah
tinggi. Jembatan yang berdiri di atas sungai Progo ini terlihat tak
terurus
Bagaimana tidak, di atas jembatan ini, ribuan pribumi (sipil dan non
sipil) yang berjuang melawan Agresi Militer Belanda ke II (tahun 1949)
dibantai dengan banyak cara. Menurut sumber (juru kunci Monumen Bambang
Sugeng-yang terletak bersebelahan dengan jembatan Progo), para pejuang
itu dibunuh lalu mayatnya dibuang ke kali Progo yang melintas di bawah
jembatan itu. Ada yang kepalanya langsung dipenggal di tepi jembatan,
ada juga yang langsung ditembak.
Peristiwa tahun 1949 itu adalah tragedi bukan saja bagi warga
Temanggung, tapi juga tragedi bagi bangsa ini. Betapa nasib para pejuang
itu sangat tragis di tangan para penjajah. Dan jembatan Progo inilah
saksi bisu yang melihat bagaimana kejamnya perlakuan sang penjajah.
Sangat beharap pemerintah daerah ataupun pusat memberikan perhatian pada
jembatan yang mempunyai nilai sejarah ini, agar anak cucu kelak bisa
melihat dan mengenang betapa kakek moyangnya dulu berjuang dengan
sepenuh hati dalam mempertahankan bumi tercinta ini.
Jembatan Progo
Di tepi jembatan ini prosesi pemenggalan dan penembakan dilakukan oleh penjajah Belanda. Dok - Selsa
Sebenarnya tiang-tiang penyangga jembatan masih terlihat kokoh, meski tak terurus dengan baik. Dok-Selsa
****
Temanggung 27 September 2013
<jembatanprogo> <temanggung> <sejarahtemanggung> <selsa> <pasung>
Komentar
Posting Komentar