Rumitnya Mengolah Daun Tembakau
Mengolah hasil tembakau tidaklah semudah dan sesederhana seperti hasil panen tanaman lain seperti padi, jagung ataupun sayuran lainnya. Diperlukan waktu panjang, ketelatenan dan juga kesabaran.
Berikut beberapa langkah dari petani dan penggarap sebelum mereka bisa meraup untung dari hasil panen tahunan tembakau ini.
Dan tiap Totol, proses memperamnya pun berbeda-beda Totol A diperam 2
hari, B diperam 3 hari,C diperam 4/5 hari,D diperam 6/7 hari,E dan F
maksimal diperam 9 hari. Adapun dalam memperam itupun haruslah tepat
waktu, tidak boleh berkurang ataupun berlebih karena akan menentukan
kematangan dan kebusukan daun.
Setelah selesai pengepakkan barulah penggarap itu bisa menjual tembakau
pada tengkulak atau menjual sendiri pada gudang-gudang penerima hasil
tembakau.
Inilah sedikit gambaran betapa rumitnya mengolah tembakau. Meski begitu,
petani dan penggarap khusunya yang berada di daerah Temanggung banyak
yang menggantungkan kehidupannya pada hasil tanaman musiman ini. Mereka
selalu berharap hasil dari panen yang hanya sekali dalam setahun ini
bisa menutupi kebutuhan selama setahun. Karena jika cuaca mendukung,
kemarau yang sampai berdebu, hasil panen bisa dipastikan berhasil dan
mereka meraup keuntungan yang tidak sedikit.
Dengan mengulas sedikit dari jerih payah petani dan penggarap tembakau ini, ada harapan kepada pemerintah untuk memperhatikan kelanjutan hidup mereka. Karena selama ini dukungan pemerintah dirasa masih sangat minim kepada mereka. Padahal tidak bisa dipungkiri mereka telah menyumbangkan devisa yang besar pada negara.
1. Pemupukkan.
Langkah awal ini dilakukan sesaat sebelum menanam benih dan sesudah benih ditanam
pemupukkan, dengan cara melubangi tanah sekitar pohon, lalu menaburkan pupuk ke dalam lubangnya
2. Kira-kira
3 bulan, dimulailah panen pertama pada daun tembakau. Memanen daun
tembakau tidaklah mudah, haruslah bertahap dari daun paling bawah hingga
daun paling atas, dan itu memakan waktu yang tidak sebentar. Dari
memanen daun pertama sampai daun terakhir dibutuhkan waktu antara 4 sampai
dengan 4,5 bulan. Karena dalam satu batang pohon, daun tembakau dibagi
dalam beberapa grid atau tingkatan. Tiap tingkatan itu menandakan
kwalitas daun( petani Temanggung menyebut totol) dan biasanya itu
terlihat dari warna dan teraba dari aromanya. Untuk aroma memang hanya
orang tertentu saja yang bisa menentukan apakah aromanya cukup atau
kurang. Dan semakin keatas, kwalitas daun akan semakin tinggi dan
hargapun semakin mahal.
panen di awali dengan memetik daun yang paling bawah
a. Kwalitas A (Totol A) daun berwarna hijau, biasanya umur sekitat 3 bulan bisa mulai dipanen.
b. Kwalitas B (Totol B) daun berwarna hijau tapi sudah mulai terlihat warna kuning diantaranya
c. Kwalitas C (Totol C) daun berwarna kuning saja.
d. Kwalitas D (Totol D) daun berwarna kuning agak kemerahan
e. Kwalitas E (Totol E) daun berwarna merah namun masih ada semburat kuningnya
f. Kwalitas F (Totol F) daun berwarna kemerahan
g. Kwalitas
G (Totol G) daun berwarna merah atau yang disebut juga mbako Srinthil
(tembakau dengan kwalitas paling bagus dan berharga sangat mahal)
Sebenarnya Totol F dan G hampir sama warna daunnya yang membedakan
hanyalah pada proses memperamnya dikemudian hari. Karena setelah
dipanen, daun tembakau tidak bisa lantas diolah, harus melalui proses
memperamnya (biasa disebut daun imbon atau daun yang telah di imbu).
diperam (diimbu) beberapa hari untuk mengurangi kadar air dalam daun
3. Merajang
Sekarang para petani/penggarap tembakau telah dimudahkan dengan mesin
pengrajang tembakau yang super cepat. Dibandingkan dulu yang merajang
dengan system manual layaknya seorang yang merajang sayur. Kini dalam
semalam mesin pengrajang itu bisa menghasilkan berkwintal-kwintal
tembakau rajangan
mesin pengrajang
pisau atau gobang yang telah ditinggalkan para penggarap tembakau
4. Mencampur dengan gula pasir
Setelah dirajang, langkah selanjutnya mencampur dengan gula pasir,
rata-rata dengan perbandingan satu kwintal tembakau dicampur 10 kg gula
pasir. Tujuan mencampur rajangan tembakau dengan gula pasir adalah
untuk membuat lentur rajangan tembakau hingga nanti memudahkan proses
penggulungannya. Dalam proses pengrajangan ini kadang ada penggarap yang
“nakal” ingin mendapatkan untung banyak dengan mencampur rajangan
tembakau itu dengan bahan pewarna khusus. Memang dari segi warna
rajangan tembakau bisa sama dengan yang berkwalitas bagus, namun untuk
aroma bisa tercium antara yang asli dan bercampur bahan-bahan lain.
rajangan tembakau dicampur dengan gula pasir
pewarna tembakau yang sering dipakai oleh penggarap yang
5. Nganjang
Nganjang adalah proses menata rajangan tembakau pada satu tempat yang
dinamakan irig untuk kemudian dijemur. Perlu ketelatenan dan juga
ketrampilan dalam proses ini. Karena ada cara khusus sebelum akhirnya
rajangan tembakau itu tertata rapi di atas irig. Rajangan tembakau harus
tetap rapi dan memanjang sehingga setelah kering mudah untuk digulung.
perlu kerapian, ketelatenan dan keseriusan
pada proses ini karena rajangan tembakau harus benar-benar memanjang dan
tidak terputus tiap irisannya
5. Menjemur
Dalam proses penjemuran, selain harus sering dibolak balik, para
penggarap haruslah selalu waspada terhadap cuaca, jangan sampai jemuran
tembakau ini terkena sedikitpun air(hujan) karena jika kehujanan
rajangan tembakau itu akan membusuk, dan tembakau tidak layak jual.
cuaca panas sangat diharapkan
6. Pengembunan
Setelah dijemur dengan cukup kekeringannya, rajangan tembakau dalam irig
itu ditaat dan ditaruh diudara terbuka semalaman yang memungkinkan
terkena embun pagi. Semakin dingin cuaca maka hasil rajangan tembakau
itu akan semakin baik.
pengembunan
7. Pengepakkan (Momot)
Setelah proses pengembunan dirasa cukup, tibalah waktunya menata
rajangan tembakau dan dimasukkan dalam keranjang tembakau. Cara
memasukkanpun tidak sembarang, ada beberapa langkah yang harus dilakukan
penggarap, seperti menata terlebih dahulu lembaran-lembaran pelepah
batang pisang kering yang nantinya digunakan sebagai penutup keranjang
dan sebagainya. Adapun isi dalam satu keranjang bisa mencapai 40 sampai
dengan 50 kilogram tembakau. Keranjangnya sendiri mempunyai berat
kisaran 6 sampai 7 kilogram.
tatanan tembakau sebelum dimasukkan ke keranjang
mempersiapkan keranjang
saatnya momot (memasukkan tembakau dalam keranjang)
siap dipasarkan/ dikirim ke gudang penerimaan hasil panen
Dengan mengulas sedikit dari jerih payah petani dan penggarap tembakau ini, ada harapan kepada pemerintah untuk memperhatikan kelanjutan hidup mereka. Karena selama ini dukungan pemerintah dirasa masih sangat minim kepada mereka. Padahal tidak bisa dipungkiri mereka telah menyumbangkan devisa yang besar pada negara.
***************
lereng Sindoro=Sumbing
<tembakau> <temanggung> <rumitnyamengolahtembakau> <selsa>
Komentar
Posting Komentar