Penganan Tradisional yang Tergilas Jaman
Pasar Ento, sebenarnya hanyalah sebuah gang yang setiap pagi
“disulap ” menjadi tempat kuliner warga Parakan - Temanggung. Di pasar
yang hanya beroperasi mulai jam 06:00 hingga 11;00 WIB ini, anda dengan
mudah akan mendapatkan aneka jajanan, sayur dan lauk. Jajanan yang di
sajikanpun beragam mulai dari aneka kue basah sampai dengan penganan
tradisional yang mungkin generasi sekarang tidak mengenalnya.
Berikut ini adalah nama penganan yang anak - anak jaman sekarang belum pernah mencicipinya atau bahkan tidak mengenalnya.
Nama panganan yang dibuat dari singkong yang dikukus dan dihaluskan,
dibentuk bulat dan di dalamnya berisi gula pasir lalu di goreng ini
sangat jarang di temukan di tempat lain. Rasanya yang gurih dan manis
bisa dijadikan teman minum kopi di pagi hari. Dulu sewaktu saya
kecil, pusat penjualan kue Ento ini memang di pasar kecil ini, makanya
tempat ini populer dengan nama Pasar Ento.
Penganan yang satu ini terbuat dari singkong juga. Namun pembuatannya
agak memakan waktu karena singkong harus di jemur dulu sebelum dibuat
tepung dan kemudian dimasak layaknya masak nasi jagung. Cara masak
tepung singkong inipun harus dengan keahlian khusus, karena bila tak
biasa memasaknya maka tiwul yang diharapkan tidak maksimal. Namun
apabila kita telah terbiasa memasaknya, maka dalam waktu 15 menit tepung
singkong akan berhasil jadi tiwul yang rasanya gurih dan disajikan
bersama parutan kelapa muda.
Entah namanya apa untuk daerah lain, yang jelas di Parakan Temanggung,
nama penganan ini, Sesek. Terbuat dari singkong yang di parut dengan
parutan khusus, di campur gula aren/gula jawa/gula merah lalu di kukus.
Kini sudah ada modifikasi penyajian Sesek ini dengan di campur gula
pasir dan di beri warna sesuai keinginan kita. Disajikan dengan parutan
kelapa muda, sangat nikmat untuk teman minum teh di sore hari.
Penganan bulat kecil yang berbalur parutan kelapa dan gula pasir ini
enak disantap saat ngobrol santai dengan sahabat di waktu senggang.
Rasanya gurih manis dan kenyal karena terbuat dari tepung sagu. Saat di
kunyahpun serasa sedang memainkan lidah karena saking kenyalnya. Jika
anda pemakai gigi tiruan mungkin harus hati - hati saat memakan cethil
ini, karena bisa saja gigi tiruan anda turut tertelan bersama cethil nan
kenyal ini.
Makanan ini bukan penganan, melainkan sebagai teman makan nasi. Terbuat
dari daun talas atau daun singkong yang di dalamnya berisi bumbu urap (
parutan kelapa yang di bumbui cabai dan bawang putih) dengan ikan asin
teri. Di kukus lalu di siram kuah santan pedas. Makanan ini cocok buat
para vegetarian dan penyuka sayuran.
Jalan masuk Pasar Ento (dok.Selsa)
Entho
Kue Ento (dok.Selsa)
Tiwul
Tiwul (dok.Selsa)
Sesek
Sesek (dok.Selsa)
Cethil
Cethil (dok.Selsa)
Buntil
Buntil Daun Talas (dok.Selsa)
Inilah sedikit contoh dari makanan yang
mulai terlupakan oleh generasi sekarang yang rata - rata lebih mengenal
hamburger,kue leker, pizza dan yang lainnya. Ada baiknya mulai
sekarang mengenalkan pada anak - anak kita makanan tradisional kita
yang tentunya disajikan dengan modifikasi baru agar makanan tradisional
itu tak hilang oleh jaman, juga tak membosankan.
Dan bila anda sedang melakukan perjalanan
yang melintasi daerah Temanggung, silahkan menyempatkan diri menikmati
jajanan tradisional di Pasar Ento saat pagi hari. Dijamin terpuaskan
selera lidah anda.
<temanggung> <selsa> <kulinertradisional> <penganantradisional> <penganantradisionalyangtergilasjaman> <pasarento>
Komentar
Posting Komentar